Aliansi OKP Cipayung Silampari Gelar AksiTolak Kenaikan Harga BBM

MUSIRAWAS, WI – Aliansi Organisasi Kepemudaan (OKP) Cipayung Silampari diantaranya, HMI, GMNI, KAMMI, PMII, IMM dan HPP Muratara gelar aksi demo ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatera Selatan, Kamis (29/03/2018).

Aksi ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi OKP  ini menuntut, menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), mendesak DPRD Musi Rawas, Lubuklinggau dan Musi Rawas Utara untuk membuat fakta integritas penolakan kenaikan harga BBM.

Selaini itu, Aliansi OKP juga meminta pihak pertamina untuk membuat ambang batas terendah dan tertinggi harga BBM dan untuk mematuhi dan menjalankan peraturan UU No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informsi Publik (KIP).

Pantauan dilapangan, mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi ini penuh semangat menyuarakan aksinya, walaupun dalam aksi ini sempat membakar ban, namun aksi tetap berjalan lancar dan terkendali, tampak juga puluhan anggota Polisi Pamang Praja dan dibantu Satuan Sahbara Polres Musi Rawas turut mengamankan aksi ini.

Koordinator Lapangan (Korlap) dari Kader HMI, Syarifudin mengatakan, setiap informasi yang dikeluarkan oleh pemerintah harus disampaikan ke publik. Setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi karena masyarakat juga berhak mendengar pendapat serta kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Lain halnya dengan informasi menyangkut nama baik pemerintah atau rahasian negara.

“Kalau demi kepentingan umat, kemasyarakatan itu wajib di sampaikan, karena ini menyangkut Hak Asazi Manusia dan setiap orang berhak untuk berkomuniaksi dan memperoleh informasi serta berhak mendapatkan serta menyampaikan pendapat”, tegas Korlap ini yang kerap dipanggil Syarif.

Jadi, lanjut Syarif, kami berhak untuk menyuarakan aspirasi dan menyampaikan informasi, selesai aksi disini (DPRD Musi Rawas), kami akan melanjutkan aksi di DPRD Kota Lubuklinggau dan titik akhir di simpang RCA Kota Lubuklinggau.

“Bila tuntutan kami tidak terpenuhi, kami akan lakukan aksi lanjutan, karena ini bukan aksi pertama dan terakhir, melainkan ini permulaan aksi yang mewakili masyarakat”, tegas Syarif.

Sementara itu, Perwakilan dari DPRD Kabupaten Musi Rawas, Alamsyah Amanan mengatakan, masyarakat susah dengan kenaikan harga BBM, kita akan sampaikan ke Dewan dari tuntutan tersebut.

“Untuk tuntutan point ke 3, adik-adik Mahasiswa yang meminta Pertamina untuk membuat ambang batas terendah dan tertinggi harga BBM, kami akan mengundang kepala Depot Pertamina”, katanya.

“Dari 4 (empat) tuntutan ini, kita akan bicara pada rRapat Paripurna Dewan nanti”, imbuhnya.

Lanjut, Alamsyah, hal ini pasti direspon, baik apa yang menjadikan tuntutan adik adik mahasiswa,  kami berjanji akan mengundang adik-adik untuk berdialog bersama-sama pada hari selasa nanti. (TG)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.